KODE Dfp 1 Proposal Peternakan Domba Lengkap | Proposal-Materi-hanyausaha

Proposal Peternakan Domba Lengkap

KODE 200x200
KODE 336x320 atau in artikel






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Terjadinya krisis ekonomi akhir-akhir ini memberikan dampak pada perkembangan ekonomi Negara yang sedang berkembang, pada Negara-negara Asia Tenggara terutama Indonesia, yang berakibat naiknya harga kebutuhan bahan pokok. seperti bahan pokok hewani. Kondisi ini disebabkan tidak seimbangnya tingkat kebutuhan konsumsi daging perkapita dalam negeri dengan jumlah produki ternak potong secara nasional. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah melakukan Indonesia impor daging dari luar negri, namun terjadinya krisis global menyebabkan daya beli masyarakat menengah kebawah terutama masyarakat pedesaaan menjadi turun akibat harga daging yang mahal, oleh sebab itu pemerintah indonesia melakukan Program ketahanan pangan berbasis masyarakat pedesaan melalui Program Pembangunan Pertanian.
Dalam Program Pembangunan Pertanian (Rencana Pembangunan Pertanian 2005- 2009, Departemen Pertanian RI), dikemukakan bahwa program pembangunan pertanian pada hakekatnya adalah rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha-usaha pertanian hingga memiliki nilai tambah. Daya saing dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama petani. sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Pembangunan Pertanian maka Program Pertanian 2005-2009 dirumuskan dalam tiga program utama yaitu:
1.      Program Ketahanan Pangan
2.      Program Pengembangan Agribisnis
3.      Program Peningkatan Kesejahteraan Pertanian
Pembangunan peternakan pada hakekatnya adalah upaya pemerintah dalam pemenuhan produk pangan asal hewan meliputi daging, telur dan susu untuk menyeimbangkan atau meningkatkan status gizi masyarakat sesuai dengan standar kebutuhannya. Pengembangan sub sektor peternakan dalm era globalisasi ekonomi dihadapkan pada persaingan yang semakin terbuka, kondisi tersebut seharusnya dijadikan momentum untuk memacu peningkatan sumber daya local, daya saing serta anlisipasi masa depan.
Dalam hal ini kami merekomendasikan bantuan domba, karena ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyatakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging. susu. kotoran maupun kulitnya) relative mudah, dengan pemeliharaan intensif pertambahan berat badannya dapat mencapai 50-150 gram per hari, dan dapat menghasilkan anakan 2-3 kali per dua tahun.
Setelah melakukan survey di beberapa lokasi, akhirnya kami memutuskan membuka lahan peternakan di Desa Bojongsawah. Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi dengan berbagai pertimbangan :
-       Daerah tersebut mempunyai iklim yang sangat baik
-       Ketersediaan pakan hijauan yang luas dan sumber air yang memadai
-       Telah mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. ketua dan anggota Kontak     Tani, serta seluruh lapisan masyarakat

1.2  Masalah
Masalah yang saat ini banyak dikeluhkan oleh peternak adalah faktor modal. Dari pengamatan kami masalah yang dihadapi tidak hanya modal melainkan juga teknik beternak yang seadanya, hal ini karena beternak masih merupakan usaha sampingan dan penduduk di desa Bojongsawah. Oleh karena itu kelompok kami akan dipimpin oleh seorang Pemuda yang kompeten di bidang peternakan dan mengetahui seluk beluk seputar peternakan. Hal ini akan dapat memajukan aspek manajerial dan ketrampilan peternak agar dapt mengelola peternak dengan baik.

1.3  Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1.      Membantu percepatan realisasi program pemerintah yaitu swasembada  daging 2010
2.      Memperkuat basis ekonomi kerakyatan
3.      Meningkatkan daya saing sektor pertanian dan peternakan dengan sektor lain
4.      Meningkatkan kecukupan protein hewani masyarakat pedesaan
1.4  Kegunaan
Kegunaan dan kegiatan  ini adalah
1.      Mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi
2.      Peningkatan populasi ternak kambing di desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi
3.      Membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat petani/peternak di desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi
4.      Sebagai sarana dan prasarana pembelajaran.
5.      Menunjang 90 organik ( limbah ternak salah satu bahan pupuk organik )




















BAB II
SUSUNAN PENGURUS
KELOMPOK TANI SALUYU











BAB III
POTENSI


3.1  Potensi Sumberdaya
Suatu lokasi peternakan yang baik harus mempertimbangkan aspek potensi daerah tersebut baik potensi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun potensi Sumber Daya Alam (SDA).
  1. Potensi Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi bisa diandalkan, mengingat sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan peternak. Mereka terbiasa memanfaatkan potensi alam yang subur dengan bercocok tanam padi, palawija, sayuran, adapun ternak yang dipelihara antara lain kerbau, sapi, ayam, itik, kambing, dan lain-lainnya.
  1. Potensi Sumber Daya Alam
Kondisi wilayah desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi yang terletak 500 meter dari permukaan laut terdiri atas dataran dan pegunungan, sangat cocok untuk pengenbangan usaha peternakan dimana lahan untuk pakan ternak cukup tersedia, begitupun dengan limbah pertanian, perikanan yang dapat diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas.

3.2  Faktor Pendukung Keberhasilan Usaha
Selain dan potensi yang terdapat di Desa Bojongsawah, salah satu faktor yang penting bagi keberhasilan usaha ini adalah sistem pemasaran yang baik. Pemasaran sapi dari kelompok Ternak Pamanahan meliputi daerah Bogor dan Jakarta, yang mana sudah penampung yang siap membeli sapi dari kelompok Ternak Rahayu. Untuk saat ini. Kelompok Ternak Pamanahan hanya mampu menyediakan 5 ekor perbulan dari total permintaan penampungan yang mencapai 30-50 ekor perbulannya.

BAB IV
PROGRAM KERJA


4.1  Visi dan Misi, Strategi
Vlsi dan Misi
Vlsi     :     Menjadikan kelompok Ternak Pamanahan sebagai kelompok ternak yang mandiri serta dapat menjadi salah satu sentra ternak Domba di Kabupaten Sukabumi

Misi :
-       Meningkatkan taraf hidup anggota keIomk pada khususnya. Dan masyarakat sekitar pada umumnya
-       Menjadi pengumpul bagi masyarakat yang bukan anggota                                                                                                                                                                              
-       Berpartisipasi aktif membantu dinas peternakan dalam memberdayakan                                            masyarakat demi ketahanan pangan khususnya di lingkungan desa Bojongsawah.
.
Strategi
Agar tercapai tujuan kegiatan ini, kami melakukan beberapa hal agar kelompok Peternak desa Bojongsawah memiliki stok domba, bakalan untuk penggemukan  yaitu dengan melakukan program :
1.      Jangka Panjaig : Melakukan kegiatan pemeliharaan dan pembibitan
2.      Jangka menengah : Melakukan kegiatan penggemukan
3.      jangka Pendek : pemafaatan limbah sebagai pupuk organik
Dalam satu tahun pertama kegiatan kelompok kami akan fokus untuk melakukan program jangka panjang.

  1. Upaya Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan Teknis
Ada tiga hal pokok dalam usaha ternak Domba yaitu bibit. Ketercukupan pakan dan tata laksana.
·         Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dan usaha apakah untuk domba. Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
Calon indukan yang baik :
-       Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus,    tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk
-       Jinak dan sorot matanya ramah
-       Kaki lurus dan tumit tinggi
-       Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik, rahang atas dan bawah rata

Ciri untuk calon pejantan
-       Tubuh besar dan pajang dengan bagian belakang Iebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk. Gagah. Aktif dan memiliki libido yang tinggi
-       Kaki lurus dan kuat
-       Dari keturunan kembar
-       Umur antara 1.5 sampai 3 tahun

·         Ketercukupan Pakan
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diherikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan minera1. mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ernak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasrnya ada dua macam makanan yaitu hijauan (berbagai jenis nimput) dan makanan tambahan (berasal dan kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral.



Cara pemberiannya:
-       Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dan berar badan berikan juga air minum 5-10 liter per ekor per hari dan garam berberyodium secukupnya.
-       Untuk sapi bunting, induk menyusui, dan pejantan yang sering dkawinkan perlu ditambah makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 3 – 6 kg/ekor/hari.

·         Tata Laksana Perkandangan
Sistem perkandangan akan dilaksanakan pada suatu lahan peternakan atau satu kandang terpadu dengan model kandang panggung berbentuk kandang kolom individu dengan kapasitas 10 ekor/kandang kolom dengan luasan kandang perindividu sebagai berikut :
                        Kandang Penggemukan          : 100 cm x 125 cm / ekor
Sebagai sarat tambahan kandang harus memiliki ventilasi yang baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dan rumah.

Pelaksanaan Non Teknis
Adapun pelaksanaan non teknis yang kami lakukan :
-       Dukungan finansial
Dukungan finansial dalam kegiatan ini bersumber dari dana APBN yang dalam hal ini diwakili oleh Dirjen Peternakan Departemen Pertanian.
-       Kepastian Hukum
-       Keamanan wilayah yang kondusif
Keamanan wilayah akan sangat membantu kenyamanan dan kelancaran serta kesinambungan dalam berusaha
-       Kerjasama kclompok ternak
Kerjasama kelompok ternak merupakan faktor non teknis yang utama untuk keberhasilan usaha petrenakan ini, untuk memudahkan kontroling. Kerjasama yang efektif dan proses pembelajaran kami membagi kelompek ternak menjadi 2  kelompok :
-       Kelompok A, bertanggung jawab terhadap kelompok ternak sapi dewasa (usia 8-12 bulan) dengan jumlah 18 ekor dan 9 jantan dewasa, dan kelompok ini diharapkan dapat menghasilkan anakan minimal 8 ekor yang nantinya akan dapat digunakan sebagai bibit atau sebagai bakalan untuk penggemukan.
-       Kelompok B, bertanggung jawab terhadap 18 ekor Domba bakalan yang digemukkan. Tujuan kelompok ini adalah persiapan untuk sapi hasil anakan yang nantinya akan dijadikan sapi potong.

  1. Usaha yang akan dilaksanakan
Seperti yang telah dikemukakan di atas pada tahap awal 1 tahun pertama kelompok kali akan lebih memprioritaskan program kerja jangka panjang yang bertujuan agar didapatkan stok ternak kambing sebagai bibit dan yang akan dijadikan stok ternak domba bakalan sehingga program jangka menengah dapat dilakukan, selain itu tujuäh pembagian kelompok ternak menjadi 2 kelompok bertujuan agar memudahkan pengawasan dan pemantauan.
Hal dilakukan dengan tujuan agar kelompok kami dapat menghasilkan stok ternak yang dapat dijual sebagai bibit atau sebagai ternak potong, yang nantinya kelompok ternak tersebut dapat memiliki modal dalam waktu yang tidak terlalu lama dan hasil penjualan, sehingga nantinya kelompok tersebut menjadi kelompok ternak Pamanahan dalam usah peternakan domba dan dapat menjadi sentra peternakan atau kantong ternak domba yang dapat memasok kebutuhan protein hewani Nasional.



Alur proses pembibitan dan penggemukan











                 


4.2  Rencana Kegiatan (3 tahun)
Tahun Pertama
-       Pembelian bibit
-       Pembelian bakalan @ 18 ekor per bulan
-       Rehabilitasi kandang
-       Pembibitan domba hingga menghasilkan anakan yang akan dijadikan bibit dan bakalan
-       Penggemukan bakalan
-       Penyuluhan tata laksana peternakan kambing
Tahun Kedua
-       Penambahan / perluasan
-       Pembibitan domba hingga menghasilkan anakan yang akan dijadikan bibit dan bakalan
-       Pembelian bakalan @ 26 ekor per bulan
-       Penggemukan bakalan hasil dari pembelian dan anakan
-       Upaya peningkatan kualitas anakan
Tahun Ketiga
-       Pembibitan domba hingga menghasilkan anakan yang akan dijadikan bibit dan bakalan
-       Pembelian bakalan @ 75 ekor per bulan
-       Pengemukan bakalan hasil dari pembelian dan anakan


BAB V
RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN
ANALISIS KELAYAKAN USAHA

5.1  Rencana Anggaran Biaya
  1. Biaya Produksi
Dalam mendirikan usaha peternakan domba ini tentunya kami membutuhkan suatu investasi. Investasi yang dimaksudkan terdiri dari modal invesatasi yaitu modal yang diberikan pada awal proyek yang hasilnya dirasakaan saat nanti dan bisa dirasakan berulang. Investasi juga terdiri dari modal kerja yaitu modal yang ditujukan untuk biaya produksi.






















Perkiraan kebutuhan dana peternakan kambing kelompok ternak kami dapat dirinci sebagai berikut :

Perincian Biaya
Kelompok Ternak Pamanahan
Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat







Bulan ke 1
Bulan ke 2
Bulan ke 3
No
Transaksi
Qty
Unit
Harga/Sat
Nilai
Qty
Nilai
Qty
Nilai
Qty
Nilai
1
Modal Awal
1
Lot

133.000.000






2
Kandang
4
Unit
4.000.000
16.000.000
4
16.000.000
0
0
0
0
3
Bibit Betina
30
Ekor
1.500.000
45.000.000
0
0
40
52.000.000
0
0
4
Bibit Jantan
8
Ekor
4.000.000
32.000.000
0
0
8
16.000.000
0
0
5
Bakalan : Pembelian
60
Ekor
600.000
36.000.000
30
12.750.000
30
12.750.000
30
12.750.000
6
Bakalan :  Penjualan
0
Ekor
800.000
0
0
0
0
0
0
0
7
Penjualan Hasil Anakan
0
Ekor
425.000
0
0
0
0
0
0
0
8
Obat-Obatan
4
Lot
500.000
2.000.000
4
2.000.000
0
0
0
0
9
Perlengkapan
4
Lot
500.000
2.000.000
4
2.000.000
0
0
0
0

Total Transaksi



0
32.750.000
80.750.000
12.750.000




  1. Sumber Dana

Pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang pada akhirnya dapat memberikan kombinasi dengan biaya rendah dan tidak menimbulkan kesuIitan likuiditas bagi peternak, artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana.
Oleh karenanya kami memilih sumber pendanaan yang berasal dari pinjaman lunak pemerintah yang dalam hal ini diwakilkan kepada Dinas Peternakan Departemen Pertanian RI.

5.2  Analisis Kelayakan Usalia Analisis usaha tahun ke 1
Asumsi :
  1. Dalam satu tahun dihasilkan anakan 1 ekor dari 1 induk bibit jadi didapat 100 ekor anakan
  2. Anakan yang akan dijadikan bibit 50 : 50, maka akan didapatkan 20 ekor bibit dan 20 ekor domba potong
  3. Pendapatan berasal dari penggemukkan 100 ekor domba bakalan awal yang dibeli setiap bulannya dan 20 kambing hasil anakan.

Analisis tahun 2
a.       Berdasarkan asumsi tahun pertama maka didapat hasil 100 ekor untuk pembibitannya dialokasikan 40 ekor
b.       Proses penggemukan tahun pertama diperoleh :
·         100 ekor di tahun kedua
·         40 ekor bakalan yang dibeli per bulan
  1. Berdasarkan asumsi tahun pertama maka didapat hasil 180 ekor untuk pembibitanya dialokasikan 80 ekor
  2. Proses penggemukan tahun 3 diperoleh :
·         100 ekor di tahun kedua
·         75 ekor bakalan yang dibeli per bulannya









IV. PENUTUP
Demikian permohonan ini kami sampaikan mudah-mudahan mendapat dukungan dari semua pihak. Kami atas nama Kelompok Tani Saluyu Desa Bojongsawah Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, atas dikabulkannya permohonan bantuan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
 



















































KELOMPOK TANI
“SALUYU”
Alamat : Jl. Lemburhuma Desa Bojongsawah Kec. Kebonpedes Kab. Sukabumi

No.            : 01/GPK-MT/2010                                                                                                                                       Sukabumi, 25 Maret 2010
Lampiran  : 1 (satu) Bundel Proposal
Perihal       : Permohonan Batuan Dana

Kepada :
Yth. Kepala Badan Ketahanan Pangan
        Daerah Provinsi Jawa Barat
        di
              BANDUNG

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi pencinta dan pemilik serta penggerak semesta alam, sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, pembawa risalah dan pola serta suri tauladan bagi kita semua dalam melaksanakan ajaran agama islam.
Seiring dengan itu kami sampaikan salam sejahtera dan senandung harapan semoga Bapak dalam memimpin Badan Ketahanan Pangan Daerah Prov. Jawa Barat ini khususnya dalam pemberdayaan petani selamanya diridoi dan dilindungi Allah Swt.
Dan kami pelaku pertanian senantiasa juga untuk bisa bekerja secara maksimal dengan bentuk memberdayakan para petani melalui bantuan usaha ekonomi produktif pengembangan bidang usaha penggemukan domba dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan. Mudah-mudahan nilai tambah para petani lebih bisa ditingkatkan.
Demikianlah proposal ini kami sampaikan dan dibuat atas dasar kebersamaan Kelompok Tani Saluyu, atas terkabulnya proposal ini. Sebelum dan sesudahnya kami haturkan terima kasih.


 

















Ketua,




Ahmad Syuhada
Bojongsawah, 25 Maret 2010
Sekretaris,




Jaenal Aripin

 
Kode 300 x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
Kode DFP2
Kode DFP2